Hari itu, aku masih ingat seakan dunia runtuh. tadinya aku mengira semua ini tidak akan terjadi, walaupun sebelumnya aku sangat ingin moment ini terjadi. Karena aku tau keadaannya udah gak beres. Dan kalo gak dihentikan saat ini entah apa yang akan terjadi pada hari- hari berikutnya. Dan ternyata hari itulah saatnya.
Pertama... gak percaya. Kedua ngerasa kenapa keadaan begitu tega. ketiga pengen nya ini semua cuma mimpi atau salah denger.
Hari pertama setelah kejadian, keadaan langsung aneh, dan aku harus berusaha beradaptasi dengan keadaan yang ada. karena kita lah yang harusnya mengendalikan keadaan. Bukan kita yang dikendalikan dengan keadaan. berusaha biasa, dan berusaha untuk merasa tidak ada yang hilang, bahkan rasanya menyesal dan ingin merebut yang hilang itu kembali.
Waktu sadar bahwa semua itu sudah hilang, air mata pun jatuh, rasanya sesak, bahkan nafsu makan pun hilang, efek yang bagus sebenernya. berdoa itu lah satu- satunya kunci untuk merasa tenang di saat down kayak gini.
selalu berusa untuk menahan diri untuk tidak jatuh pada lubang yang aku bikin sendiri, apalagi setelah mendengar kesaksian korban yang sama. Yang sebenarnya saya juga gak tau harus percaya atau nggak. Tapi, yang pasti saya harus menata kembali hidup yang pastinya 180 derajat bakal berubah, karena keadaan juga udah berubah. Mungkin ini yang dibilang sebagai challenge untuk beradaptasi. Siapa yang bisa beradaptasi, dialah yang menang. Atau mungkin hukum rimba yang bakal berlaku??? yaitu: siapa yang kuat, dialah yang menang. hmmm,,,
Minggu 1 setelah kejadian, masih sedih juga. Sampai ada seseorang yang baik hati yang selalu menumbuhkan semangat di sela- sela kesedihan dan di sela- sela waktu aku membangun kembali kepingan semangat yang mungkin sudah roboh.
Dya lah yang mungkin bisa membuat aku semangat, walaupun jasadnya gak nampak di depanku.
Kejadian ini sungguh membuat aku labil, walaupun jika dalam kondisi normal sebenarnya aku kuat dan bisa mengalihkan fokus aku pada hal- hal yang lebih berguna. Sebenarnya aku tahu kalo hal ini gak patut dipikirkan. Bahkan karena aku sudah mendapat keadaan yang lebih baik, dan mungkin banyak hikmah yang sudah aku temukan di balik kejadian yang sangat sangat membuat aku lemah ini.
Tapi terkadang, saat aku labil, entah kenapa seakan gak ada kekuatan untuk melawan, dan aku akan cenderung menghindar.
aneh... saat aku merasa membenci, padahal gak mau.bahkan saat aku tau kalo membenci itu salah, malah aku yang jadi sakit. Mau menghindar atau menghilang, tapi gak bisa, walaupun aku sudah menemukan fokus yang lain. Tapi, tetep gak bisa, karena aku tau itu hal yang salah.
Bagaimana agar aku selalu mendapat semangat untuk terus bangkit dan aku tau bahwa aku dalam keadaan yang baik- baik saja.hah... labil banget.
0 comments:
Post a Comment