Sunday, February 14, 2010

Pendakian Gunung Ciremai 3078mdpl 30 Januari- 1 Februari 2010



Perjalanan berikutnya adalah menuju Puncak Gunung Ciremai.
Tapi kali ini perjalanan terasa special, karena biasanya cuma jalan sama anak KMPA 'G'ITB saja, tapi sekarang kita bareng anak pecinta alam Fakultas Teknik UGM, Satubumi UGM.
Peserta pendakian kali ini adalah:
KMPA 'G'ITB:
1. Yositalida Kamaratih Fauzi- Farmasi ITB 2007
2. Maria Ulfa- Teknik Elektro 2007
3. Andy Nugroho- Biologi 2008
4. Haryanda Eka Putra- Teknik Elektro 2008
Satubumi UGM:
1. Andi Fery Kurniawan alias Jendul- D3 Teknik Mesin UGM 2006
2. Riza Taufiq Akbar alias Congo- Teknik Geodesi 2007
3. Aini Rahmah alias Dek Ai- Planologi 2008
4. Iqbal Tawakal Muhammad- Teknik Sipil 2005
Tapi sayangnya, Dinna Tazkiana kali ini gak ikut karena ada urusan akademis.

Perjalanan dimulai dari Bandung dan Jogja dengan jam yang berbeda. Kita janjian ketemu di terminal Harjamukti Cirebon. Kita yang anggota KMPA 'G'ITB sebelumnya ikut rapat evaluasi kegiatan Gladi Mula sampai jam 2 pagi.
Jam 2 pagi itu juga, kami berangkat menuju Terminal Cicaheum. Angkot yang akan mengantarkan kita ke terminal itu pun datangnya lama betul... mungkin karena udah dini hari.
Setelah menunggu 1 jam di gerbang belakang ITB, akhirnya si angkot hijau yang ditunggu- tunggu itu pun datang juga.
Dari ITB menuju Terminal Cicaheum: Rp 3.000
Jalanan sepi... iya lah udah jam 3 pagi... hehe...

Sesampainya di Terminal Caheum, yaitu terminal Bandung yang dipebuhi bis- bis menuju ke timur Indonesia, salah satunya ke Cirebon.

Naik Bus menuju ke Cirebon, tapi bisnya bukan jurusan ke Cirebon si, ke daerah Jawa juga,tapi lupa ke mana, yang pasti Bis ini bakal ngelewatin Kota Cirebon, di mana tempat pendakian Gunung Ciremai.

Karena kita mahasiswa 'kere', tentu saja kita naik bus ekonomi. Mungkin karena masih 'pagi', ongkos yang biasanya Rp 25.000/ orang, bisa kita tawar jadi Rp 90.000/ 4 orang. Jadi 1 orang bayar Rp 22.500.

Udah pagi, ngantuk banget rasanya, akhirnya kita ber- 4 pun terlelap.
Gw, andy, dan Putra duduk di kursi paling belakang Bus, sedangkan Maul memisahkan diri tidur di kursi depan. Jam 4 tiba- tiba Maul pindah juga ke belakang, ternyata ada mas- mas yang ngegodain.. *makanya Ul.. jangan suka misahin diri.. hehe.. piss Ul...

Setelah pantat cukup pegal.. akhirnya jam 05.30 kita sampai juga di Terminal Harjamukti.

Ternyata rombongan Satubumi belum sampe di terminal, masih di stasiun. Sambil nunggu anak2 Satubumi dateng, kita pun sarapan dulu.

Memang di sepanjang jalan kota Cirebon, gw selalu melihat Nasi jamblang. Tampaknya Nasi Jamblang ini merupakan makanan khas Cirebon.
Cukup unik. Karena nasi jamblang ini memakai daun Jati sebagai alasnya. sama sih, nasi putih dan lauk- lauk pilihan.

Kota Cirebon, merupakan salah satu kota yang ada di jalur Pantura. Bahasa yang digunain ternyata aneh. Gw kira paje bahasa Sunda. ternyata pake bahasa Jawa 'ngapak' ( bahasanya dek Ai). Bahasanya mirip2 bahasa Cilegon.

Padahal ini kedua kalinya menginjakkan kaki di Cirebon, waktu naik Ciremai pertama kali lewat jalur Apuy ( Majalengka).

( 30 Januari 2010 jam 06.15)
Akhirnya rombongan Satubumi dateng juga.
Ada yang seneng nih,,, hehe...
mereka juga nyobain nasi jamblang ini. setelah sebelumnya pada mampir di kamar mandi terminal dulu.

ternyata nasi jamblang ini cukup mahal juga. palagi yang banyak ngambil lauk. masing- masing orang bayar antara Rp 6.000- Rp 10.000an, tergantung lauk yang diambil. Kalo yang makan daging, ya pasti mahal. hehe...

( jam 07.30)
mulai bersiap- siap menuju pos pendakian. Sebenernya di antara kita gak ada yang tau jalur pendakian ke Ciremai gimana. Walaupun gw udah pernah naek Ciremai 1x sama anak- anak KMPA. Tapi waktu itu, baru banget dilantik, so cuma jadi follower doank, dan gak bisa diandalkan.
Menurut survey yang kita lakukan, kita harus naek 2 kali angkutan, yaitu ELV dan truk sayur untuk menuju ke pos pendakian.
Dari Terminal Harjamukti Cirebon ke warung tempat truk ke pos pendakian kita menggunakan ELV sebagai angkutan. Masing- masing orang membayar Rp 6.000. Di sepanjang jalan, tersaji pemandangan Gunung Ciremai, yaitu Gunung tertinggi di kawasan Jawa barat, 3078mdpl.

Sebelum naek truk sayur, kita pun berganti baju lapangan, beli makanan2 cemilan, dan juga numpang kamar mandi. Untuk menuju ke pos pendakian, sebenarnya ada 2 alternatif, bisa dengan menggunakan ojeg, atau truk sayur. Harganya juga gak beda jauh, tapi kita memutuskan untuk menggunakan truk sayur. jarak ke pos pendakian gak terlalu jauh. Sekitar 30menitan.


Akhirnya sampai juga di Pos pendakian Palutungan, Cirebon. hmmmm... lewat mana yah??? kita semua bertanya- tanya. Masa baru pertama aja udah nyasar. hehehe...

( jam 09.30)
Memulai pendakian ke Gunung Ciremai. Ternyata carrier berat juga.
Jalur naek Ciremai pun cukup terjal, cukup membuat keringat menetes dengan deras. Jalur nya dipenuhi dengan kebun dan juga pohon pinus. Kita berjalan non- stop sampai jam 12.00. jam 12.00 akhirnya sampai juga di pos1.

Seperti biasanya, emang kalo udah berenti sekali, jadi keterusan... gak mau jalan lagi. hehe...

Apakah kita sampai puncak senyamannya saja???

Setelah beristirahat, yang katanya cuma 10 menit, tapi nampaknya lebih.. kita meneruskan perjalanan, sambil melihat- lihat kira- kira di mana tempat mengambil air.

di tempat pertama yang kita perkirakan merupakan sumber air, ternyata gak ada. Jadi kita meneruskan perjalanan. Karena menurut petunjuk dari penjaga pos, sumber air ada di jalur pendakian.

Akhirnya kita sampai juga di Pos Cigowong... yang dekat dengan sungai, dan nampaknya tempat yang asik buat ngecamp.

Hujan deras.. setelah kita istirahat makan siang, hmmm... jadi males banget buat naek... apa Cigowong kita jadikan sebagai puncak saja???

berenti di Cigowong lama banget, sampai akhirnya setelah perdebatan berenti, atau naek, akhirnya kita memutuskan untuk meneruskan perjalanan sampai kira- kira jam 18.00.

( jam 15.00)
Akhirnya kita jalan juga dengan ditemani hujan rintik- rintik. Dengan jalan yang terus menanjak, dan bikin nafas terengah- engah. Dan sampai di Pos ARBAn kita pun memutuskan untuk nge- camp, karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30

Setelah sampai, kita pun akhirnya mendirikan tenda, dan fly sheet untuk masak.

Sik asik yang paling menyenangkan di lapangan itu adalah masak- masak dan makan- makan.

Hari ini cukup melelahkan juga. Setelah makan, shalat, ganti baju, jam 22.00 pun kita semua udah berada dalam posisi masing- masing...

( 31 Januari 2010)
Hwaaaa... pagi menyapa.. jam 07.00 baru bangun, padahal ada yang berencana jam 07.00 kita udah pergi dari camp. tapi ternyata bohong. hehee...

Yuk masak... telor dan mie tampaknya menjadi menu andalan perjalanan kali ini.
Karena tujuan dari perjalanan ini adalah senang- senang, makanya kita gak buru- buru. Sampe jam 09. 30 baru kita memutuskan untuk jalan lagi...

Pos- pos yang kita lewati adalah Pangguyangan Badak, KUta, dan Tanjakan Asoy.
Tanjakan Asoy??? Nama yang cukup membuat kaki gemetar... apa maksud dari nama itu???
Ternyata jalan yang terus menanjak dan semakin menanjak.
Namun, dengan adanya semangat, kaki pun dapat terus melangkah.
Setelah melewati jalan bebatuan, dan melihat pemandangan dari jauh, terlihat danau, yang gak tau itu danau apa.


Akhirnya jam 13.30 kita sampai juga di GOA WALET. Pos terakhir menuju ke Puncak Ciremai. Karena cukup jauh untuk turun ke bawah, maka kita memutuskan untuk membuat fly sheet aja untuk istirahat makan siang. Biasanya kita cuma makan2 biskuit aja kalo makan siang, tapi karena keberadaan Congo, maka Dek Ai masak nasi+ pecel sayur. Tapi selama masa perjalanan ini, tampaknya selera makan Congo berkurang.

Hujan deras beserta petir mengiringi sore itu, sampai akhirnya kita semua kedinginan menunggu waktu yang tepat untuk menuju puncak gunung Ciremai.
Dan akhirnya jam 16.00 kita berjalan menuju puncak tanpa membawa beban.

hmmm... akhirnya sampai juga di puncak Ciremai yang berupa kawah besar...
Akhirnya kita menuju ke puncak sebenarnya dan bukan puncak senyamannya. Alhamdulillah!!!




Jam 17.00 kita mulai beranjak turun, dan memutuskan untuk jalan lewat jalur Palutungan lagi, karena pertimbangan jalan malem. Awalnya kita mau turun lewat Jalur linggarjati

Perjalanan turun pun kita lewati dengan jalan malem sampai pukul 23.00 menuju Pos Cigowong.

Sesampainya di Pos Cigowong, kita pun memutuskan untuk nge- camp semalem lagi Dan meneruskan perjalanan turun esok hari.

( 1 FEBRUARI 2010)
Akhirnya perjalanan ini pun hampir selesai, jam 10.00 kita melanjutkan perjalan turun, dengan kondisi sepatu gw yang udah rusak. Tapi beruntung, sepatu rusak waktu udah mau pulang,


Jam 11.20 kita sampai kembali di Pos Palutungan. Alhamdulillah... Gunung Ciremai is done for 2nd time. Thank you for Satubumi.

Perjalanan pulang pun dimulai, dengan Satubumi.
Naik angkot dari Pos Palutungan menuju ke terminal ELV dengan harga Rp 60.000/ team.
Sesampainya di terminal, ternyata ELV lagi pada demo. Jadi, agak lama menunggu angkutan yang akan membawa kita ke terminal Harjamukti.

Naik ELV menuju ke Terminal dengan membayar Rp 6.000/ orang.

Huhu... capek juga... punggung pun udah terasa mau remuk. Akhirnya kita naik bis menuju Bandung juga,,, dengan keadaan yang macet terutama di Sumedang, karena ada pohon yang rubuh. Dan sekitar pukul 22.30 kita baru sampai lagi di SEL.

WELCOME TO BANDUNG FRIENDS...

0 comments: