Jika beberapa puluh tahun kemudian, jumlah manusia semakin banyak, sedangkan sumber daya alam yang ada makin terbatas, saya membayangkan akan seperti apa kehidupan nantinya. Mungkin bisa terjadi hukum rimba, di mana yang kuatlah yang menang. Mungkin manusia akan berkelahi hanya untuk mendapatkan air. Sebenarnya saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi berpuluh- puluh tahun yang akan datang. ( jika Planet bumi masih ada).
Yang paling saya takutkan adalah tidak adanya ketersediaan air. Karena, saya orang yang sangat menyukai air. Air itu komposisi terbesar dari tubuh manusia, manusia bisa mati jika tidak minum air, manusia tidak bisa mencuci, tidak bisa mandi, atau tidak bisa menikmati ketenangan dari suara gemericik air. Dapat dibayangkan, akan sangat menyedihkan hidup di kekeringan. Saya sendiri suka sebel kalo air mati. Apalagi kalo memang air benar- benar tidak ada.

Penyakit- penyakit pun semakin aneh. Mungkin dulu, kanker atau tumor merupakan penyakit yang jarang ditemui. Tapi, sekarang mungkin sudah tidak asing lagi. Tahun 2020 diperkirakan kanker akan menjadi penyakit pertama yang menjadi penyebab kematian, menggeser kedudukan penyakit jantung sebagai peringkat pertama. Salah satu dosen saya pernah berkata, Manusia memang semakin kreatif menciptakan teknologi, namun Allah lebih Maha segalaNya, Ia ciptakan penyakit yang beragam dan makin aneh. Hal ini agar manusia makin kreatif menciptakan obat untuk mengatasi penyakit-penyakit tsb. Itulah tantangan hidup. Tidak bisa jika hanya berhenti di satu titik. Karena makin lama tantangan hidup akan semakin berat.
Bicara soal tantangan hidup. Tampaknya tantangan hidup tidak hanya akan berasal dari lingkungan yang semakin tidak ramah karena ulah manusia sendiri, tapi tantangannya adalah bagaimana menghadapi manusia itu sendiri. Alam berubah semakin aneh, manusia pun juga begitu. Manusia itu makhluk yang paling kompleks, dan paling sempurna. Tentu saja sempurna, Tuhan menciptakan tubuh yang anatominya sangat rumit, bahkan bisa dijelaskan sampai ke ukuran nano, jika fungsi salah satu bagian tubuh rusak, apalagi bagian yang terkecil pun, manusia akan tidak berdaya.
Dari segi psikologis, lebih rumit lagi. Kita sebagai manusia, memang harus memiliki toleransi yang sangat tinggi, tidak menyakiti satu sama lain. Tampaknya bumi akan damai jika begini. Namun sekarang apa yang terjadi? konflik di mana - mana. Bahkan manusia tidak dapat saling mempercayai satu sama lain.
Arah pembicaraan saya kali ini tampaknya muter- muter. Tapi, 1 hal...saya makin menyadari :
Jadilah manusia yang bijak... Bijak dalam aspek individual maupun sosial. karena setiap apa yang kita lakukan, pasti akan berdampak
0 comments:
Post a Comment