Saturday, April 9, 2011

Road to Kawah Putih


Pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat yang sekarang sudah menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi. Ketenarannya sepertinya dimulai semenjak debutnya di Filnm HEART. Lokasinya tidak terlalu dekat dari tempat saya bermukim, yaitu di sekitaran Dago. Karena saya seorang Pecinta Alam, teman- teman saya sudah banyak yang berkunjung ke sana. Sedangkan saya, baru saat semester 8 ini sempat ke sana. Lokasinya adalah di Bandung Selatan, daerah CIwidey.

Jika anda adalah anak ITB atau yang bermukim di sekitaran Dago, sebaiknya berangkat pagi sekitar jam 6 pagi, karena jalanan belum terlalu padat. Dan tips penting lainnya adalah membawa bekal sendiri. Karena, tidak ada pedagang yang berjualan di lokasi Kawah Putih. Perjalanan menuju ke Kawah Putih ini cukup panjang. Untuk mempermudah, anda bisa melihat website ini http://www.indotravelers.com/peta-rute-jalan/bandung-ciwidey.html
Karena saya sudah sering ke Leuwi Panjang, maka saya lewat rute Leuwi Panjang. namun, beberapa kali saya nyasar saat mencari jalan menuju ke Soreang. Lebih mudahnya, rute ke Kawah Putih adalah Dago- Leuwi panjang- Soreang- Ciwidey- kawah Putih.

Kalo udah nemu jalan ke Soreang, jalan menuju Kawah Putih lumayan gampang. Karena tinggal lurus, dan papan jalannya cukup banyak dan jelas. Saya menggunakan kendaraan motor untuk pergi ke sana. Butuh waktu sekitar 2.5 jam. Yang perlu diperhatikan adalah keadaan ban dan mesin motor. Kebetulan, ban motor saya pecah. Untungnya, pecah di dekat tukang ban. Namun sayangnya, yang ada hanya ban dalam bekas. Tapi, masih beruntung. Jalanan menuju Bandung Selatan cukup panas dan berdebu.

Saat tiba di pos Kawah Putih, anda harus membayar Rp 15.000/ orang dan Rp 5.000 untuk motor. Biaya ini menurut saya cukup mahal, karena sebenarnya kita hanya melihat kawah aja, gak ada hiburan lain. Dari pos menuju ke lokasi Kawah Putih adalah sekitar 6 km. jadi, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi kalo ke sana. Walaupun disediakan mobil untuk naik ke lokasi. Di kawasan Ciwidey ini, udaranya sangat berbeda dengan jalanan kotanya. Sangat Dingin! Terutama bila sudah sampai ke lokasi. Jadi, lebih baik memakai jaket! Dan bila hujan, sangat tidak disarankan untuk berlibur ke Kawah Putih. Karena akan sangat dingin, dan Kawahnya tertutup oleh kabut. Jadi, agak rugi seperti saya kemarin.

Kita juga tidak bisa lama- lama berada di lokasi. Disarankan hanya berada di lokasi selama 15 menit. Karena, kita akan sesak karena bau belerang dari Kawah Putih tsb.
Bagi yang gak kuat sama bau belerang, di sana disediakan masker. Kalo anak Farmasi, mungkin bisa dibawa masker yang biasa dipake di lab. :p
Di lokasi ini gak ada kamar mandi, jadi siap2 tahan pipis, karena fisiologi tubuh kita saat dingin, pasti pengen pipis kan? Terdapat kamar mandi. tapi gak ada air. jadi, kalo mau, bisa pake alternatif air minum. Tidak ada yang berjualan juga di sekitaran lokasi. Hanya ada tukang foto langsung jadi.




Setelah puas foto2 di lokasi, sebaiknya langsung turun. Di jalan menuju ke pos, ada pos Pandang, yang cukup bagus juga untuk dijadikan sebagai lokasi foto2.


Karena latarnya bagus! Kemudian Di dekat pos tiket, ada banyak pedagang. yang paling menarik adalah pedagang Stawberry. Strawberry nya segar karena didapat langsung dari petani strawberry. Kemaren saya membelinya dengan harga 10.000/ kotak. Pedagang di sana juga memodifikasinya menjadi FONDUE, seperti yang sering kita lihat di PVJ, yaitu stawberry berlapis cokelat. Saya membelinya dengan harga Rp 5.000--> mendapat 2 tusuk masing2 3 stawberry. Dapat dipilih berbagai rasa: coklat/ strawberry/ vanila/ blueberry dll...hehe

Tapi, bagi kamu yang mau ngerasain metik strawberry sendiri juga bisa di jalan menuju pulang ke Dago. Tapi, kayaknya kurang seru, soalnya pohon strawberry kan kecil- kecil.hehe. Di sekitar Ciwidey, sebenarnya banyak tempat wisata lainnya. Jadi, kalo belum puas maen di Kawah Putih, bisa maen2 dulu. Tapi, kalo mau langsung pulang,
siapkan stamina, karena perjalanan jauh dan macet.

Semoga bermanfaat yah tulisannya.

0 comments: