Wednesday, June 22, 2011

Life is...

Sekitar 5 tahun yang lalu, saya bukanlah orang yang percaya diri, bahkan mungkin rendah diri, karena selalu merasa minder, baik itu dari penampilan, maupun tingkat kecerdasan. Saat SMA, saya memilih untuk masuk ke boarding school yang konon bernama Insan Cendekia. Awal saya memilih sekolah ini adalah karena presentasi salah seorang senior saya, dan memang dari dulu, saya ingin merantau, jauh dari orang tua. Saya berasal dari etnis Banten, yang tidak memiliki culture untuk merantau. Tapi, entah dari mana saya mendapatkan ilham untuk pergi jauh dari orang tua dan rumah. alasan lainnya adalah saya ingin memakai jilbab, tapi takut gak ada niat kalo gak ada alasan

Dulu, saat mau masuk SMP, tepatnya saya kala itu masih berusia 10 tahun, ingin masuk pesantren, yaitu di Az Zaytun. Namun, orang tua saya tidak mengizinkan, karena usia saya yang masih terlalu muda. Akhirnya, saya masuk ke SMP terfavorit di kota saya, Cilegon, yaitu SMP 1 Cilegon. Saya tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk berorganisasi di sana. Saya terlalu dianggap " anak bawang", karena paling kecil :p. Test IC pun dibuka, dan saya langsung mendaftar, walaupun calon pesertanya sangat banyak, berasal dari seluruh Indonesia. Tes IC ini sangat susah, sudah seperti test untuk masuk PTN, ada test MAFIKIBI, psikotest, test baca Al Qur'an, bahasa Arab gundul ( jelas saya tidak bisa). Saya pun sampai sakit dibuatnya. Tapi semua terbalas, saya akhirnya diterima. Hanya 3 orang dari SMP kami. Wooowwwwww... percaya gak percaya sebenernya. Alhamdulillah... ini langkah awal saya untuk membuat perubahan dalam keluarga saya.

Kenapa saya sebut perubahan? Mamah menikah saat lulus SMK, dan papah baru meneruskan S1 ekonominya saat sudah bekerja, ya jadi gak fokus kuliah. IC adalah MAN yang didirikan oleh Bpk. Prof. BJ Habibie yang dibuat untuk menciptakan siswa yang seimbang IMTAQ dan IPTEKnya. Saya cukup terseok- seok sekolah di sini, selain karena tuntutan akademis, juga saya seringkali mendapatkan sindrom homesick. Istilah ini sangat dikenal di kalangan anak- anak asrama. Betapa tidak, MOS nya menguras tenaga dan jiwa raga. dimulai dari jam 4 subuh dan berakhir jam 12 malam. Pertama kali jauh dari orang tua. Pertama kali pake jilbab. Gak pegang HP. Gak nonton TV. Semua hal serba terstruktur dan serba diatur. Salah sedikit saja bisa kena skorsing. Contoh: ketauan merokok, ketauan pacaran :p

Puncak dari ke- stress- an saya ini adalah tidak mengalami menstruasi selama 6 bulan. Sampe di - USG segala. hehehe... Tahun 1: masih dihantui dengan home sick, rasanya mau keluar aja. Seringkali saya dan teman- teman berpikir seperti itu. Capek... mau hura- hura. Capek belajar. Selepas sekolah, yaitu sampai jam 4, Kami harus bersiap- siap shalat magrib berjamaah, makan, dan belajar agama. Kalo dipikir- pikir, sangat melelahkan, terutama bagaimana saya harus mengendalikan diri untuk tidak bosan, dan tetap survive. Salah satu memori yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup saya.

Thank You GOD... i'm very blessed

Mendapatkan bestfriends ever, bagaimana tidak, mulai dari buka mata sampe tutup mata, mereka selalu ada. Di sini, saya belajar untuk terus belajar, mendapatkan keluarga baru, dan mengendalikan diri. Kalo flashback ke masa lalu, saya sangat mensyukuri apa yang terjadi hari ini.


Gebrakan kedua, saya masuk ITB... cihuuyyyy... alhamdulillah lagi. Awal saya keluar dari IC, bengong2, maklum orang biasanya di kerangkeng, sekarang bebas lepas. Pada awalnya, proses adaptasi lah yang sulit, terlebih saya sendiri yang masuk ke Sekolah Farmasi. Jika flashback ke belakang, saya sangat bersyukur, dan setelah usia saya hampir menginjak 21 tahun, saya makin yakin akan pepatah dan ayat Al Qur'an yang mengatakan:

Bisa jadi kamu sangat menyukai sesuatu, tapi kamu mendapatkan sesuatu yang tidak kamu sukai. Tapi, hal yang kamu sukai belum tentu baik, dan hal yang tidak kamu sukai adalah hal yang baik bagi kamu. Karena Allah yang mengetahui segala sesuatu yang terbaik.


Sering dengar kan tentunya ayat Al Qur'an yang hit ini. Tapi memang yaaaa begitulah hidup, kadang pada awalnya kita tidak menyukai sesuatu yang sebenarnya baik. Namun, kebaikan itu biasanya datang lambat laun.

Pelajaran kedua, ternyata menjadi anak pertama dan cucu pertama sangat menjadi contoh untuk adik kandung, maupun adik sepupu. Memang bukan isapan jempol semata bahwa menjadi anak pertama itu bahan percobaan. Kalo bagus, dicontoh. Kalo gagal, jangan dicontoh. hehe.

Saya sangat senang menjadi seorang mahasiswa. Karena, sukses atau gagalnya seseorang ditentukan oleh tangannya sendiri. Mau aktif bisa, mau diem- diem di kosan juga bisa. Saya tentunya tidak akan menyia- nyiakan kesempatan di mana banyak bola, tinggal disamperin aja. Tidak seperti anak SMA atau SMP, di mana yang menjadi kesayangan guru, itu lah yang terpilih. Saat Open House Unit ( OHU) ITB, saya mendaftar ke 10 unit. * lebay memang. Tapi, hanya 2 unit loh yang tidak saya sambangi saat proses kaderisasinya. Lagi- lagi, hidup itu penuh prioritas dan juga memilih.

You have to make your CHOICE!



Saya sangat senang dengan kehidupan yang sibuk. Bahkan kalo bisa gak tidur, mungkin saya lebih memilih untuk tidak tidur. Dunia ini ternyata menyenangkan, apalagi jika dimanfaatkan. Dan bersyukur setiap harinya. Setiap kali saya bangun, saya selalu bersyukur karena masih bisa memeluk guling saya, dan juga masih bisa menghirup udara segar. Tubuh saya lengkap walau tidak sempurna. Saya memiliki keluarga yang penuh cinta, teman- teman baik, walaupun tidak selalu di samping saya.
Ada seorang teman saya yang sependapat, bahwa:
Manusia itu seperti kapal di tengah lautan yang gelap. Terkadang ia menemukan kapal lain, namun ada kalanya ia akan berada di tengah kegelapan seorang diri. exactly!!!


Pada dasarnya, manusia itu hiup sendiri! terutama saya merasakannya saat saya memasuki dunia perkuliahan ini. Tidak ada orang yang selamanya bisa digandeng- gandeng bareng. Semua punya urusan dan kepentingan masing- masing. Tapi, ya itu tadi, tidak ada yang perlu dibuat sedih, karena toh masih banyak yang harus disyukuri.

Cita- cita saya adalah melanjutkan s2 ke luar negeri. semoga saya bisa membuat gebrakan baru ini. Walau saya bukan mahasiwa berprestasi, semoga Ia memudahkan jalan orang yang mau berusaha.

IF YOU CAN DREAM, YOU CAN REACH IT.




Dan berkumpullah dengan orang- orang yang memiliki 1 visi dan dapat menjadi penyemangat di setiap langkah...



Bandung, 23 Juni 2011
- Yositalida-

4 comments:

Azzahrah said...

Ceritamu soal IC bener2 bikin kangen lagi tinggal bareng anak2 Morganaxis di IC... Betapa bersyukurnya bisa punya teman2 sehebat anak2 Morganaxis... Semangat mengejar cita-citamu yostal, insya Allah, akan ada jalan terbaik untukmu... Aamiin...

yOstaL said...

amien ya rabbal alamin.. makasih yah buat doanya. emang IC ngangenin. mari berdoa untuk kebaikan IC untuk seterusnya...

ferraro said...

huwaaa yostaaal..
saya sukaa bacaanyaa
gda yg tau emg jalan yg d atas,
saya yg k london kmren aja ga tau, dulu wktu sma pnya target, kluar negri itu stelah udah kerja, itu jg krna liat kakak
subhanallah bgt ya jalan Allah, gda yg tau..
skg berniat s2 kluar jg, smoga sama2 tercapai ya yostaaal,
aminnnnn...

yOstaL said...

hihi.. makasih Yud udah singgah dan bikin comment di tulisan gw...it means a lot.
Iyah Yud... gw juga kadang2 gak nyangka sama jalan cerita hidup gw.
Dan semoga keinginan gw untuk lanjut s2 ke luar tercapai. Lo juga semangat Yud